Kendari, 22 Agustus 2021
Ketika dunia berpaling padaku,
aku merasa tak cukup kuat,
dan akhirnya,
aku berada pada puncak pilu,
kekalahan.
Merasa buruk,
hingga memaki diriku!
Pergilah!
Tolong. Sekali lagi, pergilah.
Aku hanya menulikan dengarku,
menulikan kata penuh harap,
yang memaksaku bertumbuh,
dengan lara yang kudekam.
Aku sulit terlelap.
Memburamkan pikirku,
pada hidup yang sulit aku tangani,
pada titik terendahku pun,
senyuman lebar menjadi bayang gelap.
0 comments:
Posting Komentar