Perjalanan hidup seperti apa yang harus aku tempuh, Bu?
Lalu, seberapa kuat beban yang harus aku ambil, Pak?
Sepertinya, perjalanan hidupku masih jauh rupanya. Rasanya, aku hampir menyerah.
Aku tidak ingin mengkhawatirkan sesuatu yang belum pernah aku lewati sebelumnya, Bu. Aku tidak ingin menangisi sesuatu yang belum aku temui di jalan paling jauhku. Aku hanya ingin menggembirakan jiwaku untuk sesuatu yang berharga dan pada apa yang menjadi tujuanku untuk hidup, Bu.
Setelah ku telaah dengan seksama, sepanjang hidupku yang telah dilalui, memang benar adanya. Aku berupaya menyenangkan semua orang, menangisi kehidupan yang tak pasti, kegagalanku yang sempat mendekap ku, Bu. Aku luput dari diriku sendiri, aku lupa menggembirakan jiwa, serta lupa memaafkan diriku dari apa yang telah ku jalani. Aku berupaya lebih baik, sedang masih banyak yang belum kucoba kedepannya.
Hari ini, aku ingin menjadi sosok yang membuat diriku nyaman dan tahu batas. Ku terima kegagalan masa lalu dengan bijak, ku belajar, ku perbaiki lebih baik agar tujuanku lebih terarah. Jika itu lebih baik bagiku, maka terjadilah.
Bu, jika aku belum jadi apa-apa untuk hari ini, namun aku telah menjadi sosok berani hari ini dan pada perjalanan paling panjangku. Bu, peluklah aku jika aku sudah merasa lelah dengan perjalanan ini.
0 comments:
Posting Komentar